SMK Negeri 3 Kimia Kota Madiun
Terwujudnya Sekolah Berbasis Industri BKK Madiun
  1. Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta
  2. Program Studi Magister Hukum Islam

Isi Berita Terbaru



2009-12-22, by Ida Kusuma Dewi, SS, MA (2004)

 

Penelitian ini membahas strategi yang dipilih oleh penerjemahan untuk menerjemahkan resep dalam buku Masakan Keluarga Sehat (Wholesome Family Recipes) dan meneliti keberterimaan buku tersebut. Dengan membandingkan teks bahasa Inggris (teks sumber (Tsu)) dan teks bahasa Indonesia (teks sasaran (Tsa)) sebanyak 8 resep dipilih untuk dilihat jenis istilah yang terikat dengan budaya bahasa sumber, dideskripsikan strategi terjemahannya, kemudian Tsa dicermati untuk dilihat tingkat keberterimaan dan keterbacaannya. Dari hasil analisis diketahui bahwa istilah budaya yang ada pada resep dalam Masakan Keluarga Sehat (Wholesome Family Recipes) berkaitan dengan bahan yaitu bahan yang diperlukan untuk memasak, berkaitan dengan obyek terutama alat untuk memasak, berkaiatan dengan proses yaitu proses memasak atau cara memasak. Ada beberapa strategi yang diterapkan oleh penerjemah dalam menerjemahkan istilah budaya yang ada pada resep dalam Masakan Keluarga Sehat (Wholesome Family Recipes), yaitu menerjemahkan dengan memberikan ilustrasi yaitu menggunakan gambar, menerjemahkan dengan mengganti istilah yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia, menerjemahkan dengan memberikan penjelasan, dan dengan menghilangkan item yang ada pada bahasa sumber. Gambar yang digunakan adalah gambar bahan. Penjelasan yang diberikan selain diletakkan di belakang istilah budaya yang dimaksud juga ada yang ditulis dibagian akhir buku resep. Tingkat keberterimaan yang tinggi terjemahan buku resep ini belum bisa dicapai karena bahan yang tidak dikenal oleh masyarakat umum Indonesia. Tidak dikenalnya bahan ini karena disebabkan dua hal, yaitu karena nama yang diberikan penerjemah menggunakan nama yang tidak bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia, misalnya menyebut sawi putih muda dengan kol baby, atau karena bahan yang dimaksud sulit ditemukan di Indonesia. Penyebab lain yang mengganggu keberterimaan terjemahan adalah karena bahan yang dicantumkan merupakan jenis makanan atau minuman maupun bahan mentah yang terlarang menurut agama tertentu untuk dikonsumsi, misalnya arak. Selain masalah bahan, cara menakar yang asing bagi pembaca Indonesia yang juga mengganggu keberterimaan dan juga keterbacaan teks terjemahan. Selain itu terjemahan juga memuat cara memasak yang membingungkan pembaca karena istilah yang digunakan, misalnya tim untuk menjelaskan dikukus.