SMK Negeri 3 Kimia Kota Madiun
Terwujudnya Sekolah Berbasis Industri BKK Madiun
  1. Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta
  2. Program Studi Magister Hukum Islam

Isi Berita Terbaru



2009-12-22, by Drs. FX. Sawardi, M.Hum

 

Penelitian ini adalah penelitian bahasa secara deskriptif dari sudut pandang ergativitas teori Dixon. Pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: (i) Bagaimanakah system pemarkahan dalam bahasa Jawa ?; (ii) Bagaimanakah relasi gramatikal bahasa Jawa ?; (iii) Bagaimana ergativitas bahasa Jawa dilihat dari teori Dixon ?; (iv) Bagaimana ergativitas itu diterangkan dengan suatu teori tata bahasa ? Penelitian ini menggunakan dua teori utama yaitu teori tipologi Dixon (1994) dan teori Tata Bahasa Leksikal Fungsional (Bresnan & Kaplan). Teori tipologi digunakan untuk menentukan bahasa Jawa termasuk dalam tipe bahasa yang bagaimana berdasarkan perilaku sintaksinya. Sedangkan teori tata bahasa leksikal fungsional digunakan untuk menjelaskan bagaimana fenomena keterpilahan itu menurut teori tata bahasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan catat serta wawancara dari sumber data Kamus Bahasa Jawa, dan informan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode distribusional (padan). Hasil penelitian ini pada dasarnya disajikan dengan menggunakan metode informal akan digunakan sejauh akan membuat laporan sistematik. Hasil penelitian ini adalah bahasa Jawa memiliki perilaku keterpilahan seperti terlihat pada verba intransitifnya khususnya pada ranah Verba intransitive bermarkah N (subjeknya agen) terdapat pada verba intransitive yang (i) subjeknya berkontrol dan berkehendak, (ii) verba yang menyatakan emisi, dan (iii) verba yang manner motion. Fenomena keterpilahan ini oleh tata bahasa leksikal fungsional dapat diterangkan melalui pemetaannya (lexical mapping theory). Pemarkah nasal dalam verba intransitive mengisyaratkan bahwa argumennya adalah mirip dengan agen. Penelitian ini masih bersifat tentative dan perlu diperdalam dan ditekuni lagi karena masih ada beberapa verba yang tidak